Pulau Bahari, 6 Juli 2025 – Kegiatan Petik Laut yang dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2025 berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan, menyatukan warga dalam tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Acara ini dimulai dengan prosesi doa bersama yang dipimpin oleh tokoh adat dan pemuka agama setempat. Dalam suasana khidmat, mereka memanjatkan doa syukur kepada Tuhan atas rezeki laut yang melimpah, serta memohon keselamatan bagi para nelayan dalam menjalankan aktivitas mereka di lautan.
Setelah prosesi doa, warga desa dengan penuh semangat mengarak sesaji ke tengah laut menggunakan perahu hias yang dihias dengan warna-warni ceria. Perahu-perahu tersebut tidak hanya menjadi transportasi, tetapi juga simbol penghormatan kepada alam dan harapan akan hasil tangkapan yang melimpah. Warga terlihat antusias, berbondong-bondong mengikuti arak-arakan sambil menyanyikan lagu-lagu daerah yang menggugah semangat, menambah keceriaan suasana.
Sesampainya di tengah laut, sesaji yang terdiri dari hasil pertanian, buah-buahan, dan makanan khas setempat diletakkan sebagai ungkapan terima kasih kepada laut. Momen ini menjadi puncak acara, di mana warga bersama-sama melepaskan sesaji ke dalam air sebagai bentuk permohonan agar alam senantiasa memberikan berkah. “Kegiatan ini merupakan tradisi yang sangat penting bagi kami. Selain untuk bersyukur, juga sebagai pengingat untuk selalu menjaga kelestarian laut,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Setelah prosesi melepaskan sesaji, acara dilanjutkan dengan berbagai kegiatan hiburan, seperti lomba perahu hias dan pertunjukan seni tradisional. Anak-anak dan orang dewasa ikut berpartisipasi dalam perlombaan yang penuh semangat, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan meriah. Gelak tawa dan sorak-sorai warga menggema di sepanjang pantai, menandakan betapa pentingnya kegiatan ini dalam mempererat hubungan antarwarga.
Kegiatan Petik Laut di Pulau Bahari tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk menyatukan masyarakat dalam semangat kebersamaan dan rasa syukur. Dengan harapan agar hasil laut yang melimpah dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang, warga desa berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam dan tradisi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas mereka.





