UMKM ini berdiri sejak lebih dari 10 tahun lalu dan hingga kini masih dikelola sendiri oleh Bapak Malik di Dusun Kramat, RT 01 RW 01. Fokus usaha ini adalah produksi terasi udang dari bahan utama udang rebon yang diolah secara tradisional. Proses dimulai dengan pengeringan udang hingga kering, ditumbuk, dijemur kembali selama dua hari hingga berwarna kecoklatan, lalu dihaluskan dan dibentuk. Produk yang dihasilkan berupa terasi udang dengan harga Rp50.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai sesuai pasaran karena kualitas yang ditawarkan cukup baik.
UMKM pembuatan perahu kayu milik Pak Sutrisno berlokasi di Dusun Paederan, RT 01 RW 02, Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Usaha ini telah berdiri sejak sembilan tahun lalu. Produk utama yang dihasilkan adalah perahu kayu dengan berbagai ukuran sesuai kebutuhan pelanggan. Proses pengerjaan perahu kecil membutuhkan waktu sekitar satu minggu, sedangkan perahu berukuran besar dapat memakan waktu hingga satu bulan termasuk proses penghiasan. Harga per unit bervariasi antara Rp9 juta, Rp15 juta, hingga Rp40 juta tergantung ukuran dan permintaan.
Usaha produksi rengginang yang dijalankan oleh Bu Aspiah di Desa Pulokerto telah beroperasi lebih dari 15 tahun sebagai bentuk usaha rumahan yang terus berkembang. Produksi dilakukan secara mandiri dengan kapasitas sekitar 5 kilogram per minggu dan dipasarkan melalui pasar tradisional serta toko kelontong sekitar. Terdapat dua jenis produk yang ditawarkan, yaitu rengginang matang dengan rasa udang atau ikan blusuk seharga Rp1.000 per bungkus, dan rengginang mentah seharga Rp50.000 per kilogram yang dapat digoreng sendiri. Seluruh produk dibuat tanpa bahan pengawet dan mengandalkan bahan baku berkualitas untuk menjaga cita rasa tradisional. Keberhasilan usaha ini didorong oleh kepercayaan pelanggan dan pengiriman rutin ke pasar yang menjaga ketersediaan produk. Usaha ini memiliki potensi berkembang lebih luas melalui pemasaran digital dan kemitraan.
Usaha perahu kayu milik Pak Abdul Rahman merupakan warisan keluarga yang telah dijalankan sejak tahun 1980-an di Desa Pulokerto dan dikenal karena keunikan dalam memproduksi perahu kayu jati sebagai alat pengeringan ikan asin. Satu unit perahu berukuran sekitar 9 meter dan dibuat dari kayu jati sepanjang 4 meter dengan biaya produksi mencapai Rp9 juta serta waktu pengerjaan sekitar 25–30 hari oleh dua pengrajin. Pemesan utama berasal dari warga lokal yang membutuhkan perahu dan juga ikan asin. Nilai budaya dan kualitas kayu jati menjadi ciri khas utama produk ini, menjadikan perahu tidak hanya sebagai alat, tetapi juga simbol kearifan lokal. Keberadaan usaha ini membuka peluang wisata dan ekonomi desa, serta menjadi contoh pelestarian teknik tradisional yang masih diminati di tengah perkembangan zaman.
Usaha pembuatan peyek kacang milik Ibu Hayatin telah dirintis sejak tahun 2010 dan berlokasi di Dusun Pulodowo, Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Usaha ini dikelola secara mandiri tanpa karyawan dan fokus memproduksi peyek kacang sebagai produk utama sekaligus unggulan. Dengan harga terjangkau yaitu Rp1.000 per bungkus, peyek buatan Ibu Hayatin banyak diminati masyarakat dan dinilai sudah sesuai dengan harga pasar. Proses pemasarannya dilakukan secara langsung melalui pesanan warga serta distribusi ke warung-warung langganan, di mana produk dikirim langsung ke pembeli.
Berlokasi di RT 2 RW 5 Dusun Semendi, Srenggon, Desa Pulokerto, UMKM ini telah berdiri sejak 7–8 tahun yang lalu dan dikelola oleh Pak Taufik Rizal. Usaha ini bergerak di bidang pembuatan cetakan kue dengan kisaran harga Rp38.000–Rp50.000 per paket, yang berisi 3 hingga 5 buah loyang. Proses pengiriman dilakukan langsung ke distributor tanpa perantara, sehingga menjaga kualitas dan efisiensi waktu. Saat ini, usaha tersebut mempekerjakan lima orang karyawan.
UMKM pengasapan dan pengolahan ikan milik Ibu Fatimah berlokasi di Dusun Keramat, RT 01 RW 01 ini telah berjalan lebih dari 50 tahun dan merupakan warisan keluarga yang dikelola secara turun-temurun. Jenis produk yang ditawarkan meliputi ikan segar seperti keting, mujair, udang, dan bandeng, serta olahan ikan asap yang menjadi produk unggulan. Ikan diperoleh langsung dari nelayan yang baru berlabuh atau dibeli di pasar besar, kemudian diolah dengan metode pengasapan tradisional. Harga jual ikan asap per ekor sebesar Rp3.000 dan dinilai sesuai dengan standar harga lokal.
UMKM es dawet dan percetakan milik Bapak Saifullah dan Ibu Ananda berlokasi di Dusun Krajan, RT 01 RW 03, Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Usaha ini berdiri sejak tahun 2021 dan menawarkan berbagai produk seperti es dawet segar, jasa percetakan undangan, sablon, nota, hingga layanan konfeksi. Produk unggulannya adalah sablon, undangan, dan nota yang dikerjakan dengan hasil rapi dan sesuai kebutuhan pelanggan. Es dawet dijual dengan harga Rp5.000 per porsi, sementara harga jasa percetakan bervariasi, mulai dari Rp300 hingga Rp150.000 tergantung jenis dan jumlah pesanan.
Ibu Jasmila telah mengelola usaha pengasinan ikan gulama selama lebih dari dua dekade di Desa Pulokerto, dimulai dengan alat produksi pinjaman dan berkembang melalui ketekunan yang konsisten. Proses produksi dilakukan secara tradisional di rumah, dengan menjaga standar kebersihan dan rasa, serta menggunakan metode penggaraman dan penjemuran alami. Produk utama berupa ikan asin gulama dijual seharga Rp8.000 per kilogram dan dipasarkan secara lokal ke pasar tradisional maupun toko langganan seperti milik Bu Maja dan Bu Maisa. Produksi bergantung pada musim ikan gulama dan kondisi cuaca karena proses penjemuran masih mengandalkan matahari. Meski menghadapi tantangan bahan baku dan cuaca, usaha ini tetap bertahan berkat loyalitas pelanggan dan keahlian pengolahan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Peluang berkembang masih terbuka, khususnya jika ada dukungan inovasi pengering dan diversifikasi produk.
Usaha pengasapan ikan keting milik Bu Romlah telah menjadi bagian dari ekonomi rumahan di Desa Pulokerto selama lebih dari 10 tahun. Ikan yang diasap dipilih langsung dari nelayan lokal dan diolah menggunakan cara tradisional tanpa bahan pengawet, menghasilkan cita rasa gurih dan tahan lama. Produk dijual seharga Rp25.000 per kilogram dan dipasarkan ke berbagai daerah, termasuk Pasar Bangil. Produksi dilakukan setiap hari, tergantung pasokan bahan baku, dan turut membantu penghasilan nelayan setempat. Letak desa yang dekat dengan sumber ikan segar menjadikan usaha ini memiliki potensi besar dalam pengolahan hasil laut. Bu Romlah berencana meningkatkan daya tarik produk melalui kemasan modern dan promosi digital agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Usaha ini memperlihatkan bahwa inovasi sederhana berbasis kearifan lokal dapat memperkuat ketahanan ekonomi desa.
Usaha pembuatan perahu fiber milik Pak Misrun telah berjalan sejak sekitar tiga tahun lalu dan berlokasi di Wetandalem, RT 002 RW 004, Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Pada awalnya, usaha ini dijalankan oleh Pak Misrun bersama ketiga anak laki-lakinya. Produk yang ditawarkan khusus berupa perahu fiber, dengan harga berkisar Rp12 juta untuk ukuran kecil dan Rp17 juta untuk ukuran besar. Proses pembuatan satu unit perahu memerlukan waktu sekitar dua minggu atau lebih, melibatkan empat orang tenaga kerja. Perahu yang diproduksi umumnya menggunakan mesin dalam berkapasitas 15 PK dan berbahan dasar fiber, dengan pengiriman dilakukan melalui jalur laut. Selain perahu, Pak Misrun juga menerima pemesanan alat tangkap ikan dan mesin perahu. Produk-produknya telah dipasarkan ke berbagai wilayah di luar desa, termasuk ke daerah Lekok.
UMKM jasa penjahit milik Ibu Muhdin berlokasi di Dusun Krajan, RT 02 RW 03, Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Usaha ini telah berdiri sejak tahun 1999 dan dikelola secara mandiri oleh Ibu Muhdin hingga saat ini. Layanan yang ditawarkan meliputi pembuatan seragam sekolah, baju pengantin, serta berbagai jenis pakaian lainnya, dengan jasa pembuatan baju gamis sebagai unggulan. Proses pengerjaan dilakukan melalui jahit atau vermak, dengan waktu penyelesaian antara 1 hingga 5 hari tergantung tingkat kerumitan pesanan. Harga jasa dimulai dari Rp40.000 dan menyesuaikan permintaan pelanggan. Promosi usaha dilakukan secara langsung untuk menarik lebih banyak pelanggan dari berbagai kalangan.
UMKM pembuatan kerupuk ikan milik Ibu Maya berlokasi di Dusun Krajan, RT 02 RW 03 ini berdiri sejak tahun 2022. Produk yang dihasilkan antara lain kerupuk nasi (kerupuk puli), kerupuk bawang putih, dan rengginang, dengan tambahan daging ikan payus dan belosoh sebagai campuran adonan. Proses pembuatan dimulai dari perendaman nasi selama dua hari, pencucian, pemerasan, pencampuran dengan tepung kanji dan bumbu, pengulenan, pembentukan, pengukusan, pendinginan, hingga pemotongan setelah semalam disimpan di kulkas. Harga produk bervariasi mulai dari Rp6.000 hingga Rp55.000 dan dinilai sesuai dengan standar pasar lokal.
UMKM milik Bu Azizah yang berlokasi di Dusun Paederan, Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, merupakan usaha mikro yang bergerak di bidang hasil perikanan dan perlengkapan nelayan, dan telah beroperasi secara mandiri selama lima tahun. Bu Azizah berperan sebagai pengepul yang mengambil produk dari nelayan atau produsen lokal, lalu menjualnya kembali kepada pedagang pasar, mlijo, maupun konsumen langsung. Produk yang ditawarkan meliputi ikan asin gulama hasil olahan sendiri, terasi udang berbahan udang lembut raket dalam bentuk bulat dan kotak, alat tangkap seperti jaring, ikan segar seperti bandeng, belanak, dan keting, serta garam. Produksi disesuaikan dengan permintaan pasar, namun terkadang terkendala ketersediaan stok. Proses pembuatan ikan asin dilakukan secara tradisional dengan penggaraman dan penjemuran.
UMKM milik Pak Yasin Holis di Desa Pulokerto merupakan usaha keluarga yang telah berdiri sejak tahun 1978 dan dikenal dengan merek “Bintang Samudera”. Usaha ini berfokus pada produksi ikan asin gulamah dan udang “urang wet” dengan metode tradisional tanpa pengawet kimia. Setiap harinya, kapasitas produksi mencapai 80 kg, meskipun kadang menurun hingga 50 kg. Proses dimulai dari pembelahan ikan, perendaman garam semalam, pencucian, lalu penjemuran pagi hari, sebelum akhirnya dikemas dan dijual dengan harga Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Penjualan dilakukan ke konsumen lokal maupun luar daerah melalui promosi digital yang diatur secara mandiri. UMKM ini tidak hanya menjaga warisan keluarga, tetapi juga memberi lapangan kerja dan mendorong potensi ekonomi lokal melalui pengolahan hasil laut yang berkelanjutan.
Usaha keripik pisang milik Ibu Romlah berdiri sejak tahun 2020 dan berlokasi di Dusun Pulodowo, Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Dikelola secara mandiri tanpa karyawan, UMKM ini memproduksi aneka camilan seperti keripik tempe, keripik pisang, rengginang, kerupuk uli, dan jajanan lebaran, dengan keripik pisang sebagai produk unggulan. Harga produknya terjangkau, yakni Rp1.000 per bungkus kecil dan Rp12.000 per renteng isi 12, yang dinilai sudah sesuai pasaran.
Usaha pembuatan cetakan kue milik Pak Munali telah dirintis sejak sekitar tahun 1980-an hingga 1996 dan berlokasi di RT 004 RW 005, Dusun Semendi, Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Pada awalnya, usaha ini dikelola sendiri oleh Pak Munali dan kini telah diteruskan oleh anaknya. Produk yang ditawarkan berupa cetakan kue dengan berbagai model dan ukuran, dijual secara grosir dengan kisaran harga mulai dari Rp11.600 hingga Rp30.000 per unit. Promosi penjualan dilakukan melalui sistem pre-order dan saat ini produk cetakan kue Pak Munali masih dipasok ke salah satu toko tetap sebagai pelanggan utama.

